Evaluasi tannase Tannora untuk mengurangi rasa pahit, sepat, warna gelap, kekeruhan, dan kehilangan rendemen yang dipicu tanin pada protein nabati, ekstrak, teh, dan bahan botani.
Request pricingBahan nabati sering mengandung senyawa yang membuatnya bernilai — polifenol, karakter botani, warna, dan posisi sebagai sumber antioksidan. Namun matriks yang sama juga dapat membawa rasa pahit yang dipicu tanin, rasa sepat, penggelapan warna, kekeruhan, pengikatan protein, dan inefisiensi ekstraksi.
Tannora memasok Tannase (Tannin Acyl Hydrolase) untuk evaluasi dalam alur kerja bahan nabati ketika tanin perlu dikendalikan tanpa menghilangkan identitas bahan bakunya.
Tannase menghidrolisis struktur tanin yang terikat ester dan dapat membantu menggeser profil fenolik bahan yang berasal dari tanaman. Dalam praktiknya, tim mengevaluasinya untuk mendukung:
Tujuannya bukan sekadar “pengurangan rasa pahit” secara umum. Ini adalah manajemen tanin yang terkendali: transformasi yang cukup untuk meningkatkan kinerja proses dan sensori, sambil mempertahankan karakter bahan yang diinginkan.
Tanin dapat berikatan dengan protein dan berkontribusi pada hasil akhir yang kering serta terasa sepat. Dalam alur kerja protein nabati tertentu, tannase dapat dievaluasi di tahap hulu atau selama proses berbasis air untuk mengurangi rasa sepat terkait tanin dan meningkatkan kualitas formulasi hilir.
Sasaran evaluasi yang umum meliputi:
Daun teh, herba, kulit kayu, kulit buah, biji, dan bahan botani lainnya dapat memiliki muatan fenolik yang tinggi. Tannase dapat digunakan untuk menyempurnakan ekstrak ketika tanin menimbulkan rasa kasar, kekeringan berlebih, warna gelap, atau risiko presipitasi.
Tim sering mengevaluasi tannase untuk:
Delima, anggur, kesemek, beri, kacang, biji, dan input serupa dapat menghadirkan tantangan proses yang terkait tanin. Tannase dapat membantu mengonversi fraksi tanin yang ditargetkan dan dapat mendukung keseimbangan yang lebih bersih antara intensitas fenolik dan kemudahan penggunaan produk.
Area fokus evaluasi meliputi:
Tannase Tannora dapat dipertimbangkan pada beberapa titik, tergantung pada bahan baku dan hasil yang diinginkan.
Digunakan ketika tanin mengganggu pelepasan, pemisahan, atau kualitas ekstrak tahap awal. Posisi ini berguna ketika tujuannya adalah meningkatkan perilaku proses sebelum konsentrasi atau pencampuran.
Digunakan ketika ekstrak, slurry, atau intermediate cair sudah tersedia dan memerlukan penyesuaian sensori atau warna sebelum spesifikasi akhir.
Digunakan ketika penggelapan, kekeruhan, atau ketidakstabilan yang dipicu tanin menjadi lebih signifikan setelah konsentrasi, evaporasi, atau konversi menjadi bubuk.
Uji coba tannase yang baik dimulai dari permasalahan bahan, bukan dari enzim saja. Sebelum screening, tentukan:
Tanin bukan satu jenis kimia tunggal. Beberapa fraksi merespons tannase secara lebih langsung dibandingkan yang lain, dan matriks tanaman yang kompleks dapat memerlukan penyesuaian proses gabungan. Tannora membantu menyusun evaluasi agar uji coba pertama menjawab pertanyaan produksi yang praktis.
Ketika substrat dan prosesnya sesuai, evaluasi tannase dapat mendukung:
Tannora dirancang untuk evaluasi B2B, scale-up, dan penyelarasan spesifikasi. Kami mendukung ilmuwan formulasi, pemroses minuman, tim fermentasi, dan produsen bahan dengan perencanaan uji coba yang praktis, diskusi dokumentasi, dan tinjauan kesesuaian pasokan.
Kami tidak mempublikasikan metode aktivitas atau rincian assay yang bersifat rahasia dagang di situs. Untuk proyek yang memenuhi syarat, tim kami dapat mendiskusikan kesesuaian, kebutuhan sampel, kemasan, lead time, dan opsi pasokan komersial secara langsung.
Gunakan formulir di bawah ini untuk meminta harga, penawaran teknis, atau diskusi kesesuaian proyek untuk tannase dalam pemrosesan bahan nabati.



Tell us your application and volume — we reply with pricing and lead time.